04 Mei 2026

Domestik

Sepekan terakhir IHSG mengalami pelemahan sebesar 2,42% didorong oleh sektor kebutuhan pokok dan sektor energi yang masing-masing menyumbang -3,97% dan -2,26% terhadap indeks. Investor asing juga masih melakukan aksi jual sebesar Rp8,91 triliun dalam sepekan terakhir. Menunjukkan kurangnya kepercayaan Investor asing terhadap pasar domestik.

Indonesia mencatat peningkatan investasi asing langsung (FDI) yang berlanjut untuk kuartal kedua berturut-turut, menunjukkan kepercayaan Investor yang masih terjaga meskipun kondisi global penuh ketidakpastian. Namun, nilai tukar Rupiah mengalami tekanan dan melemah hingga di atas level 17.300 per dolar AS, dipengaruhi oleh meningkatnya risiko global dan lonjakan harga energi. Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk melalui instrumen seperti SRBI yang mencatat penerbitan besar dan yield yang menarik untuk menarik aliran dana asing. Sejalan dengan tren global, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia juga meningkat, mencerminkan tekanan inflasi dan kenaikan yield global.

Amerika

Pasar global masih didominasi oleh ketidakpastian terkait konflik Iran yang telah berlangsung selama dua bulan tanpa perkembangan signifikan. Meskipun gencatan senjata masih berlangsung, aktivitas di Selat Hormuz tetap terbatas sehingga mengganggu pasokan energi global dan menjaga harga minyak tetap tinggi di atas USD125 per barel. Hal ini mendorong kenaikan ekspektasi inflasi global dan membuat bank sentral, termasuk The Fed, mengambil sikap lebih hati-hati.

Nada kebijakan The Fed yang cenderung hawkish serta meningkatnya perbedaan pandangan di dalam komite telah mendorong kenaikan yield obligasi AS, dengan tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,43% dan tenor 2 tahun ke 3,95%. Di sisi lain, pasar masih menunggu kejelasan arah konflik, khususnya terkait potensi dimulainya kembali negosiasi formal antara AS dan Iran serta normalisasi aktivitas perdagangan di Selat Hormuz.

The Fed mempertahankan suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar, dengan sorotan utama pada nada kebijakan yang lebih berhati-hati di tengah ketidakpastian global, khususnya konflik Iran. Menariknya, terdapat perbedaan pandangan di antara anggota FOMC yang mencerminkan meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan ke depan. Dari sisi data, pesanan barang tahan lama tumbuh lebih kuat dari perkiraan, didorong oleh permintaan pada sektor teknologi seperti komputer dan elektronik, sejalan dengan momentum tema AI. Selain itu, pembangunan perumahan juga meningkat ke level tertinggi sejak Desember 2024, menunjukkan aktivitas konstruksi yang tetap solid meskipun tekanan inflasi masih ada.

Asia Pasifik

Aktivitas ekonomi Tiongkok menunjukkan perlambatan, dengan PMI manufaktur dan non-manufaktur menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, PMI manufaktur masih lebih baik dari ekspektasi berkat dukungan belanja pemerintah, yang membantu menjaga stabilitas sektor industri di tengah tekanan eksternal.

Bank sentral Jepang mempertahankan suku bunga pada level tertinggi sejak 1995, sesuai ekspektasi pasar. Namun, terdapat perbedaan pandangan di dalam komite, di mana sebagian anggota mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut. Di sisi domestik, kepercayaan konsumen terus melemah seiring meningkatnya tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi yang berkepanjangan.

Sumber : Refinitiv

Data Makro

  Data Makro Sekarang Sebelumnya
PDB ID 5,39% 5,04%
Inflasi ID 4,76% 3,55%
Suku Bunga ID 4,75% 4,75%
Pengangguran ID 4,85% 4,76%
Neraca Dagang ID $0,95 Bio $2,52 Bio

 

Kalender Ekonomi

 

Minggu Ini
Tanggal Indikator Ekonomi Data Konsensus Data Sebelumnya
1 Mei US – ISM Manufacturing PMI 53 52,7
4 Mei ID – Inflation Rate m/m 0,8% 0,41%
ID – Inflation Rate y/y 3% 3,48%
ID – Core Inflation Rate y/y 2,5% 2,52%
ID -  Trade Balance $4,2 Bio $1,28 Bio
5 Mei ID – GDP Growth Rate q/q -0,95% 0,86%
ID – GDP Growth Rate y/y 5,3% 5,39%
8 Mei US  – Non-farm payrolls 73k 178k
US – Unemployment Rate 4,3% 4,3%

 

Minggu Sebelumnya
Tanggal Indikator Ekonomi Data Aktual Data Konsensus Data Sebelumnya
28-Apr JP – Interest Rate 0,75% 0,75% 0,75%
30-Apr US – Interest Rate 3,75% 3,75% 3,75%
CN – NBS Manufacturing PMI 50,3 50,2 50,4
CN – RatingDog Manufacturing PMI 52,2 50,5 50,8
US – Core PCE Price Index m/m  0,3% 0,3% 0,4%
US – Core PCE Price Index y/y 3,2% 3,1% 0
US – GDP Growth Rate q/q Adv 2% 2,1% 0,5%
EU – Interest Rate 2,15% 2,15% 2,15%

Disclaimer on

Informasi yang tercantum di atas diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan, namun demikian PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (untuk selanjutnya disebut “Bank”) tidak melakukan verifikasi secara tersendiri. Informasi-informasi ini seharusnya hanya digunakan sebagai alternatif sumber informasi dan bukan sebagai rekomendasi atau saran untuk pembelian efek, komoditas, atau produk investasi lainnya, atau untuk melakukan perjanjian investasi dan atau valuta asing. Bank tidak bertanggung jawab dan tidak menjamin isi, keakuratan, ataupun kelengkapan informasi maupun waktu atau menyatakan bahwa informasi ini dapat diandalkan dengan alasan apapun. Kinerja di masa lampau bukanlah merupakan cerminan kinerja yang akan datang. Siapapun yang berencana untuk berinvestasi harus mempertimbangkan investasi yang cocok dengan memperhatikan tujuan investasi tertentu, profil risiko, dan berkonsultasi dengan konsultan keuangan yang profesional. Investor harus menyadari bahwa merupakan tanggung jawab pribadinya untuk memperoleh pendapat hukum dan atau pendapat pajak terlebih dahulu mengenai konsekuensi hukum dan pajak atas transaksi investasinya. Dokumen ini hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan tidak untuk disebarluaskan, sedangkan informasi dan atau pandangan yang tertera dalam dokumen ini merupakan penilaian Bank semata untuk saat ini dimana hal tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. adalah Agen Penjual Efek Reksa Dana. Reksa Dana adalah produk pasar modal yang dikelola oleh Manajer Investasi dan bukan merupakan produk Bank, sehingga tidak dijamin oleh Bank serta tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan simpanan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan. Bank tidak bertanggung jawab atas kinerja maupun segala tuntutan serta risiko atas pengelolaan Reksa Dana.

PT Maybank Indonesia Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)